Friday, March 6, 2015

Bubur Daging Sayuran (쇠고기야채죽)

Gue suka banget sarapan bubur. Dalam seminggu, gue berapa kali sarapan bubur, nungguin tukang bubur yang lewat depan rumah. My favorite is bubur ayam cakue ati ampela plus emping dan sambel yang baaanyaaaaak (yes, pagi-pagi makan sambel, that's me). Tapi kadang-kadang gue pengen juga variasi bubur yang lain jadi, of course, gue bikin sarapan bubur sendiri.
Salah satu bubur paling gampang yang suka gue bikin adalah bubur yang dimasak langsung sama ayam dan bawang putih (by now, you know how much I love garlic, right?). Tapi beberapa hari yang lalu gue liat Maangchi post resep ini, Beef and Vegetable Porridge (Soegogi Yachaejuk) alias Bubur Daging Sayuran. It's not a fancy recipe, tapi alternatif yang sedap buat gue yang suka banget bubur. Menurut Maangchi, resep ini juga cocok buat yang lagi diet, karena gak banyak beras yang dimasak plus sayuran-sayurannya yang bikin bubur ini kaya serat.
Nah, kalo pengen sarapan yang agak beda, atau pengen bikin sarapan sendiri pas weekend, buat yang weekdaysnya ngantor, cobain deh bubur ini.

Bahan:
1/2 cup beras, cuci bersih, rendam selama 30 menit
(Untuk ukuran cup, pake aja cup yang ada di dispenser beras atau rice cooker, it's the exact same measurement.)
1/2 sdm minyak wijen
200 gram daging sapi cincang tanpa lemak
2 siung bawang putih, cincang
1 bawang bombay ukuran kecil, cincang
1 wortel ukuran kecil, potong kotak-kotak kecil
1/2 paprika merah ukuran sedang, potong kotak-kotak kecil
1 cup brokoli, cincang
5 cup air (1 cup @235ml, jadi sekitar 1100ml)

Untuk Perasa:
1 sdm kecap ikan
1/2 sdt minyak wijen
1/4 sdt gula pasir

Untuk Taburan:
1 sdm biji wijen panggang
1 bungkus rumput laut panggang, hancurkan (Gue pake merk Mamasuka)

Cara Membuat:

  • Panaskan 1/2 sdm minyak wijen di dalam panci, tumis daging sapi cincang sampai berubah warna.
  • Tambahkan bawang putih dan bawang bombay cincang, tumis sampai mulai transparan.
  • Masukkan sayuran sama beras, aduk rata, tumis selama 2 - 3 menit.
  • Tambahkan air, tutup panci.
  • Kalau sudah mendidih, buka sedikit tutup panci dan terus masak sekitar 20 menit. 
  • Setelah 20 menit, buka tutup panci, masak lagi sampai tekstur bubur sesuai selera, sekitar 10-15 menit.
  • Kalau konsistensinya sudah sesuai selera, tambahkan kecap ikan, minyak wijen dan gula pasir sebagai perasa.
  • Angkat, taburi dengan rumput laut panggang dan biji wijen sebelum disajikan.


See that pretty rustic wooden background? It's by Party ID. Check out their instagram @party.id69 for more pretty custom photo backgrounds, available for purchase.


  • Untuk perasa, gue cuma pake sedikit tapi, of course, sesuaikan sama selera aja. Mau pake garam sama merica juga bisa. All up to you.
  • One of my friends asked, bisa buat baby kan? My mom said: bisa, tapi pastinya harus diblender lagi.
  • Variasi buat sayurannya: labu kuning / kabocha (very good for babies, by the way), kacang polong, jagung.
  • Variasi buat dagingnya: daging ayam cincang (tanpa lemak), ikan salmon (this is also a very healthy option), udang.
  • Untuk taburannya memang optional, tapi gue recommend buat pake, coz it gives extra flavor. 
  • Kalo tekstur bubur, gue suka yang gak terlalu encer, jadi kalo kalian suka yang lebih encer, tambahin aja takaran airnya ya. 
  • For the original recipe and video link, check out Maangchi's Beef and Vegetable Porridge
- Selamat Masak! -

Sunday, February 1, 2015

Yogurt "Cheese"cake

Let me ask you two questions. Apakah kalian:

  1. Pengen nyoba bikin cheesecake sendiri tapi serem takut gagal total dan ujung-ujungnya rugi bandar atau semangat hancur karena harga cream cheese yang lumayan mahal?
  2. Pengen makan cheesecake, tapi suka gak tahan sama aroma susu dari cream cheesenya? 
Then, my friend, you might want to try this one. Namanya Yogurt "Cheese"cake. Kenapa kata cheese gue kasih tanda petik? Karena sebenernya di dalam cheesecake ini sama sekali gak ada keju. Sebagai ganti keju, dipakelah yogurt kental. Gue nemu resep ini dari Eat, Live, Run. Awalnya gue kepikiran buat nyari resep yogurt cheesecake adalah karena my Mom sebenernya suka cheesecake dan pengen makan cheesecake, tapi berhubung gak suka susu jadi Mami sering enek sama aroma susu dari kejunya.

Yogurt yang dipake di dalam resep ini dibilang Greek Yogurt. Tapi gue lebih suka bilang yogurt kental, karena teksturnya memang lebih mirip krim dan gak sama dengan yogurt yang biasa buat minuman. Untuk crustnya, gue ngikut resep aslinya dengan bikin semacam adonan pie crust atau kulit pai. Tapi, sebenernya ada cara yang lebih praktis, dengan pake crust dari biskuit yang dihaluskan dan dicampur dengan mentega cair. But, gue belom nyoba, so maybe I'll get back to you again on that.

Selain lebih ekonomis, karena harga yogurt gak semahal cream cheese, resep ini juga sedikiiit lebih sehat, lemak yogurt kan lemak baik, walaupun memang ada tambahan gula dan sebagainya. At least, buat para health-concious atau weight-watchers, dessert ini gak terlalu jadi guilty pleasure, just pure pleasure.

Gue nyobain setengah resep doang karena, honestly, gue juga agak sedikit takut gagal, hehehe. Bikin setengah resep ini bakal lebih mudah buat pemula atau yang butuh tambahan semangat supaya gak takut gagal. So... siap untuk bereksperimen?

Bahan Crust:
60 gram butter atau margarin cake and cookies, masukin freezer 5 menit, potong jadi bongkahan-bongkahan kecil
90 gram tepung terigu
Sejumput garam
1/2 sdm gula pasir
1/2 kuning telur (untuk keterangan liat cara membuatnya)
1 sdm air es

Bahan Yogurt Custard:
200 ml yogurt kental plain (gue pake Cimory Thick & Creamy)
50 gr gula pasir
1 butir telur
1/2 sdm tepung maizena
Sejumput kecil garam

Pelengkap:
Madu

Peralatan yang Dibutuhkan:
3 Ramekin atau mangkuk tahan panas ukuran 10cm, oles margarin tipis-tipis
Blender
Plastic wrap atau cling wrap

Cara Membuat:

  • Aduk rata tepung terigu, gula dan garam. 
  • Masukkan butter atau margarin, aduk dengan garpu sampai jadi gumpalan kasar seperti tepung panko.
  • Kocok kuning telur, tambahkan setengahnya ke dalam adonan, sisanya sisihkan. 
  • Tambahkan juga air es, aduk hanya sampai adonan udah bisa disatukan, jangan terlalu lama diaduk. 
  • Masukkan dalam plastik, simpan di kulkas selama 10 menit.
  • Setelah 10 menit, panaskan oven dengan suhu 190 derajat Celcius. Keluarkan adonan crust dari kulkas, tipiskan sampai setebal 1/2cm. Kalo agak lengket, taburi counter dapur atau talenan yang dipake dengan sedikit terigu.
  • Taruh ramekin di atas adonan, potong adonan sesuai lingkar ramekin, terus masukin adonan ke dasar ramekin sambil dirapikan supaya tidak ada ruang udara. Tusuk-tusuk permukaan adonan dengan garpu. 
  • Panggang selama 10 menit. Kalo keliatannya crustnya sedikit bergelembung, it's fine.
  • Sambil nunggu adonan crust dipanggang, siapkan adonan yogurt custard.
  • Blender yogurt, gula, telur sama sisa kuning telur selama 30 detik. Tambahkan garam dan tepung maizena, blender lagi 30 detik. 
  • Setelah crust selesai dipanggang, angkat dan langsung tuang yogurt custard ke dalam ramekin. Jangan kepenuhan ya, sekitar tiga perempat penuh aja, sisain ruang sedikit. 
  • Turunin temperatur oven jadi 180 derajat Celcius, panggang cheesecake selama 15 - 17 menit.
  • Gini cara cek cheesecakenya udah siap atau belum. 
  1. Liat penampilannya, penampakannya harus udah set atau padat. Penampilannya aja loh.
  2. Bagian custard pasti masih sedikit goyang-goyang, tapi setelah didinginin nanti juga set atau padat sendiri.
  • Angkat dan dinginkan di suhu ruang. Tutup dengan plastik wrap dan masukin kulkas minimal 1 jam.
  • Sebelum dihidangkan, kasih sedikit madu di bagian atas cheesecake.


Yogurt Cheesecake with Honey Drizzle


The Original Yogurt Cheesecake



  • Rasa yogurt cheesecake ini creamy plus asam. Jadi dijamin gak bakal enek.
  • Kalo gak terlalu suka asam, bisa kurangin sedikit takaran yogurtnya dan sisa takarannya diganti sama susu cair full cream.
  • Di resep originalnya, cheesecake ini pake toping buah-buahan baru diolesin madu yang udah dipanasin sebentar biar agak cair. Kalo memang mau bikin topping buah, oke juga kalo yogurt yang dipake sesuai dengan rasa buah-buahan yang jadi toppingnya.
  • Seperti yang di atas udah gue jelasin, yogurt yang gue pake adalah yogurt Cimory Thick & Creamy. Harganya lumayan murah, sekitar 25 ribuan untuk wadah ukuran 400ml. Untuk yang, mungkin, rasanya belom pernah liat kayak gimana yogurtnya, here it is.




  • Resep ini cukup untuk 3 ramekin ukuran 10cm plus sedikit lebih. Gue pake kelebihan crust sama yogurt custardnya di ramekin yang ukurannya setengah dari ramekin itu. So, basically, resep ini cukup untuk 3,5 ramekin.


Sisa adonan jadi ini. Buat icip-icip duluan!

  • Cheesecake ini dihidangkan langsung pake ramekinnya. Tapi kalo mau yang bisa dikeluarin dari cetakan, buat crustnya dengan gaya pai. Jadi, bukannya cuma di alas doang, tapi sampai ke dinding-dinding ramekin, kaya foto yang di atas. 
  • Di resep originalnya ditulis kalo kita bisa ganti yogurt dengan susu full cream. Gue pengen nyoba! I'll get back and tell you how it goes, okay?!
  • For Original recipe, check out Eat, Live, Run's Greek Yogurt Cheesecake with Peaches and Honey.
- Selamat Masak! -

Tuesday, January 13, 2015

Your Kitchen (and Our Mini Giveaway Winner): Fani Yunisa

Your Kitchen yang ini super spesial. Senengnya bikin yang manis-manis, kue and stuff. Semangat eksperimennya boleh banget ditiru.
Meet our fellow experimentalist, Fani Yunisa.

Pertama baca e-mail Fani, gue senyum-senyum sendiri. Dari e-mailnya aja berasa banget semangatnya! Di situ Fani cerita kalo pertama kali tau blog Food Experimentalist pas nyari-nyari resep churros sekitar tahun 2013. Karena sukses bikin churros, akhirnya Fani merambah eksperimennya ke resep-resep yang lain di blog ini and, I'm sure, from every source she can get her hands on.
Beberapa resep yang pernah aku coba dari food experimentalist diantaranya: churros, shortbread, caramel popcorn, creamy mashed potatoes, donat 10 menit, banana bread, hoddeok, pizza (adonan dasar-nya aja tapi, hehe), macaroni schotel, dorayaki dan pancake. Well, percaya gak percaya, percayalah! Wkwk..
Lumayan banyak resep yang udah dicobain, ya? Dari mulai yang sebentar bikinnya, sampe yang pake nunggu beberapa jam seperti hoddeok.
Resep yang paling Fani suka adalah Caramel PopCorn sama Shortbread. Pssst, those are my favorite, too! :)

Nah, taun baru kemarin Fani jadi salah satu yang ikutan Food Experimentalist Mini Giveaway. Fani ngirim foto beberapa hasil eksperimen resep dari blog ini. Bukan cuma foto satu resep, tapi lima resep sekaligus! Malah ada dua yang step-by-step picture plus Fani sendiri ikutan difoto. Dan karena semangat Fani inspiring banget, Fani jadi our mini giveaway winner!



Donat 10 Menit; Shortbread; Pancake

Well, will you look at that. Selain rajin eksperimen, Fani juga kreatif. Donat 10 menit bisa disulap jadi donat yang penampilannya jauh lebih wah pake cokelat cair sama rice krispies.
Seneng deh rasanya ada yang dapet ide untuk nyobain resep dan makin sering nyobain resep setelah liat blog ini. You made this whole journey worthwhile, seriously.

To Fani, thanks so much for letting me share this story of yours. One gochujang coming your way! Walau sibuk, jangan bosen bereksperimen ya.
Buat Fani and all fellow experimentalist, Selamat Masak!

Thursday, January 8, 2015

Garlic Sesame Noodles: Spaghetti Yang Asia Banget

Pinterest itu seperti kantong ajaib-nya resep. Mau cari apaaa aja, di Pinterest pasti ada. Kadang malah yang gak dicari nongol juga. Kaya resep yang gue dapet dari Rasa Malaysia ini. Lagi iseng-iseng liat-liat Pinterest sebelum tidur, eh gak sengaja nemu resep Garlic Sesame Noodles. Dari foto, menggiurkan. Pas cek bahan sama cara bikinnya, gampang! Terus tadi malem langsung bertekad, besok gue mau nyobain resep ini.
And... I did. Berhubung di rumah cuma berdua sama tante gue karena Mami lagi gak ada, tugas masak diserahkan ke tangan gue. Cek rak bumbu, cek laci makanan kering, cek kulkas, bahan-bahan yang emang dasarnya gampang semua ada. Nah, kalo udah gitu tunggu apa lagi? The experiment is on the way....

Bahan:
Spaghetti untuk 2 porsi
Direbus sesuai petunjuk sampe al dente, jangan terlalu lembek, but it's all up to you, really.
1 siung bawang putih, cincang, tumis sebentar sampe pinggirannya mulai kecokelatan
Sedikit daun bawang iris untuk taburan
Sedikit wijen panggang untuk taburan

Bahan Saus:
1 sdm saus tiram
1 sdm mushroom soy sauce (remember my review on Talking About Soy Sauce: Bukan Sekedar Asin?)
1/2 sdm gula palem
1 sdt minyak wijen
1/2 sdt air jeruk nipis, dari seiris jeruk nipis

Bahan Pelengkap:
Suwiran ayam panggang atau ayam goreng
Bok Coy direbus atau ditumis sebentar pake bawang putih, kasih air dikit, tutup wajan dan masak sekitar 5 menit

Cara Membuat:

  • Aduk semua bahan saus dan cincangan bawang putih yang udah di tumis sampe rata di mangkuk yang besaaar, cukup buat ngaduk semua spaghetti. Cicipin saus, adjust to your taste.
  • Masukin spaghetti yang udah direbus dan ditiriskan, aduk rata. Cicipin dulu, takaran soy sauce sama gula sengaja gue kurangin dari resep original for my liking. Kalo setelah diadukin ke spaghetti ada yang kurang, tambahin aja.
  • Sajikan dengan taburan daun bawang, wijen dan suwiran ayam sama bok coy sebagai pelengkap.





  • I really recommend you buat pake mushroom soy sauce. Liat warna cantik dari spaghettinya di foto gue? 1 sendok makan mushroom soy sauce udah cukup buat menghasilkan warna kaya begitu. Plus, rasa gurih dan asin mushroom soy sauce gak berlebihan, pas di lidah.
  • Gue pake ayam panggang because that's what I have in hand. Gue tinggal masukin ayam ungkep ke oven pas mau manasin air buat rebus spaghetti, biar semuanya bisa siap berbarengan. But if you don't have it, goreng aja nugget, panggang sosis, atau tumis kornet terpisah. That'll work equally fine.
  • Kalo suka rasa garlic yang lebih kuat, atau gak mau ribet numis-numis bawang putih dulu, Rasa Malaysia masukin bawang putihnya mentah aja. But sometimes I have allergic reaction to raw garlic, jadi cari aman aja. 
  • For the original recipe and plenty more of easy Asian recipes, cek out RasaMalaysia.com.
- Selamat Masak! -

Friday, January 2, 2015

Talking About Soy Sauce: Bukan Sekedar Asin

Setelah dulu sempet ngomongin soal kecap ikan alias fish sauce, sekarang gimana kalo kita ngomongin soal soy sauce or, as we call it, kecap asin? Dua bahan ini sering gue pake kalo lagi eksperimen masakan Korea, Jepang, Cina atau Thailand.
Menurut gue, penggunaan kecap asin di resep-resep yang udah pernah gue coba bukan sekedar untuk nambah rasa asin. Ada juga kecap asin untuk nambah rasa gurih dan aroma tertentu di dalam masakan. So far, ada tiga merek kecap asin yang udah pernah gue cobain dan tiga-tiganya punya karakter rasa yang beda-beda.


1. Kecap Asin Kikkoman

Kecap asin Kikkoman beken banget dipake di masakan Jepang (Mom said so, and I do believe her.) Kecap Kikkoman punya aroma yang khas yang memang ngingetin gue sama masakan Jepang. Rasa kecap Kikkoman juga khas, gurih-gurih gimana gitu, dan cocok melengkapi rasa masakan Jepang, misalnya pas bikin kuah ramen, sukiyaki, atau masakan ayam/daging pake parutan kentang yang pernah gue post (Check out Ayam Saus Kentang Parut.) Gue juga suka nge-marinade atau ngerendem daging pake Kikkoman terus ditumis pake paprika, brokoli atau yang lainnya karena aroma amis daging bisa sedikit hilang. Kikkoman juga cocok untuk nambah warna di makanan, karena pake sedikit aja warnanya udah nyebar di makanan.
Kecap ini menurut gue mahal, karena 30-40 ribuan cuma dapet botol kecil. Tapi buat yang doyan eksperimen kaya gue, it's worth to buy. Supermarket di sekitar tempat tinggal gue yang jual kecap ini biasanya Superindo, Hypermart sama LotteMart.


2. Kecap Asin Jamur (Mushroom Soy Sauce)

Kecap asin yang ini baru banget gue cobain, tapi gue udah jatuh cinta. Walau judulnya kecap asin jamur, tapi gak ada rasa jamur di kecap ini, meskipun menurut ingredient listnya ada bahan jamur di dalamnya. Rasa kecap dan aroma kecap asin ini gak sekuat Kikkoman, tapi gue suka. Kecap ini menurut gue bisa dipake di lebih banyak makanan karena nambah sedikit rasa asin sama gurih tapi gak merubah rasa makanan. Taun baruan kemaren, gue nambahin kecap asin jamur ke kuah shabu-shabu bikinan gue (gak pake resep, asal cemplung, jadi bukan shabu-shabu original) dan bikin kuahnya tambah sedap. Tadi pagi gue juga nambahin kecap ini di nasi goreng, yum! Selain rasa, sama seperti kecap asin Kikkoman, kecap ini juga bisa untuk nambah warna. 
Satu lagi yang paling oke adalah...it's cheap! Iya, jauuuuh lebih murah dari Kikkoman. Gue beli yang botol kecil di Superindo cuma 8ribuan aja! Hemat, kan?


3. Kecap Asin Encer

Gue gak tau gimana harus nyebut kecap ini, karena memang lebih encer dan warnanya lebih terang dari dua kecap asin di atas. Kecap ini banyak diproduksi banyak produk lokal seperti ABC atau yang suka gue pake adalah Cap Anggur (Kalo gak salah produksi lokal Bandung.) Kecap ini gak punya aroma tertentu dan fungsinya bener-bener cuma untuk nambah asin makanan. Biasanya gue pake kecap ini untuk kuah sop atau untuk dicampur ke mi rebus buat yamin asin atau mie ayam dan nambah asin di bubur ayam. Kecap ini juga sering sedia di meja makan kalo di rumah lagi masak makanan berkuah, karena kesukaan asin di rumah beda-beda, jadi ngeracik sendiri aja kalo kurang.


Nah, jadi begitulah masalah perkecap asinan. Kecap asin mungkin bukan bumbu masak signifikan, tapi, trust me, if you add it the right way, it will enrich the dish you are cooking. Tinggal pilih.
- Selamat Masak! -

Monday, December 22, 2014

[Closed] Food Experimentalist Mini Giveaway!!!

Giveaway Update:
Thank you so much buat yang udah pada ngirimin foto eksperimennya ke e-mail Food Experimentalist. Buat pengumuman pemenang, minggu depan bakal gue post di blog, ya. Dan pemenangnya bakal gue hubungi langsung via e-mail for shipment details.
Food Experimentalist bakal ngadain giveaway lagi gak sih? Who knows?! Kalo memang bakal nambah semangat kalian semua untuk terus masak dan terus bereksperimen, I might just find something else to share, hehehe...


Taun baru udah tinggal seminggu lebih sedikit. Masih pada semangat belajar masak gak? Masih pada semangat eksperimen resep gak? Atau malah mungkin ada yang udah siap-siap masukin belajar masak ke daftar resolusi taun 2015?
Nah, biar makin semangat eksperimennya, Food Experimentalist mau ngadain mini giveaway. Satu orang yang beruntung bakal dapet satu gochujang alias pasta cabe Korea.




Caranya gampang banget.

Cobain satu resep yang pernah gue post di blog Food Experimentalist. Kirim fotonya ke e-mail food.experimentalist@gmail.com. Jangan lupa tulis juga nama dan dari mana pertama kali nemu atau denger tentang blog Food Experimentalist.
E-mail eksperimennya gue tungguin sampe tanggal 2 Januari 2015. Pemenang bakal gue hubungi lewat e-mail dan gue post di blog Food Experimentalist minggu ke-2 bulan Januari 2015. Satu orang pemenang bakal dapet kiriman satu gochujang FREE, asal masih di Indonesia aja ya. So, what are you waiting for? Start your experiment, now!
- Selamat Masak!- 

Thursday, December 4, 2014

Egg Drop Soup

Egg Drop Soup. Dari namanya ketebak banget kalo masakan ini sebenernya cuma sop telor. Iya, sop telor, tapi gak pake cuma. Gue selalu suka telor. Dan gue juga suka makanan berkuah. Makanya dari dulu gue sering bikin sop telor. Tapi, seumur-umur perasaan bikin sop telor begituuuu aja, biasa.
Waktu gue lagi iseng-iseng surfing di Pinterest, gue berapa kali liat orang nge-pin resep Egg Drop Soup. Katanya sih di restoran di luar negeri banyak yang masukin masakan ini ke dalam menunya. Kan sop telor doang, ngapain makannya kudu repot-repot pergi ke restoran? Karena pengen tau apa istimewanya, gue klik deh linknya. Liat bahan sama cara buat lah kok gampang. You know me, kalo nemu resep yang gampang dan bahannya ada semua di rumah rasanya gateeeel pengen bikin. Akhirnya malem itu gue bikin buat makan malam. Ternyata Egg Drop Soup itu enaaaaak. Pas banget buat hari-hari ujan dan dingin kaya berapa hari terakhir ini. Bikinnya gampang, cepet, bahannya juga gak neko-neko dan pasti ada di rumah.
This isn't a special recipe or a special dish, but anything that's simple and tasty is too tempting to miss. So, let's get cooking.

Bahan (untuk 1 porsi):
250ml kaldu ayam/sapi atau air plus kaldu gel instan
1cm jahe, kupas, geprek
1/2sdm tepung maizena
1 siung kecil bawang putih, cincang halus
1/2 batang daun bawang, iris
1 butir telur, kocok rata
1/4sdt minyak wijen
1/4sdt kecap asin (kalo memang kaldunya belum asin)
merica bubuk
garam (kalo masih juga kurang asin)
(optional) 2sdm jagung pipil rebus atau kalengan
(optional) beberapa biji udang kupas
(optional) cabe bubuk buat taburan

Cara Buatnya:

  • Aduk rata kaldu, jahe, bawang putih dan tepung maizena. Panaskan dengan api sedang sampai mulai mendidih. (kalo pake kaldu gel instan, begitu air mulai mendidih, masukin kaldu gel, aduk rata).
  • Masukkan jagung, udang, daun bawang, rebus 2-3 menit.
  • Kecilin api, yang paaaaling kecil. Tuang kocokan telur sambil terus diaduk. Nuangin kocokan telurnya pelan tapi pasti, jangan langsung ditumpahin ya.
  • Tambahkan kecap asin, minyak wijen, merica bubuk dan garam (kalo masih kurang asin). Masak 1 menit.
  • Angkat, tabur cabe bubuk, hidangkan panas-panas.
  • The original recipe ada di Gimme Some Oven.
  • Variasi sayurannya bisa brokoli di cincang kecil, bunga kol dicincang kecil, sawi, bok coy, wortel dipotong kotak kecil. 
  • Gak mau ribet sama sayuran? Frozen veggies pengganti yang paling praktis.
-Selamat Masak!-