Sunday, July 24, 2016

Ayam Saus Jeruk Sunkist

Awalnya gue liat video resep Orange Chicken dari Facebook page-nya Tasty berseliweran di timeline. Lama-lama kok makin penasaran. Ayam dimasak pake parutan kulit jeruk Sunkist, rasanya kaya apa ya?
Lalu dalam rangka iseng-iseng di hari Minggu, gue akhirnya memberanikan diri nyobain. Di resep asli gak pake air jeruknya. Gue pikir sayang banget, masa cuma dapet wangi jeruk dari parutan kulitnya aja, jadi deh gue tambahin air jeruk Sunkistnya. Ternyata rasanya enak! Seger, manis, asem, gurih, pokoknya beda dari menu ayam yang biasa gue masak. Biar bikinnya agak lama, apalagi karena gue heboh sendirian di dapur, tapi worth it deh!
Berani coba?

Bahan untuk ayam:
- Sepasang dada ayam fillet ukuran besar
- 1 sdm air jeruk nipis
- 1 sdm kecap asin
- 1 butir telur
- 1/2 sdt merica bubuk
- 1/2 sdt garam
- 1/2 cup tepung maizena
- 1/4 cup tepung terigu
- 1/2 sdm paprika bubuk
- Garam sedikit
- Minyak banyak untuk menggoreng

Bahan untuk saus jeruk:
- 1 sdm minyak
- 2 siung bawang putih, cincang
- 1/2 cm jahe, geprek
- 300 ml air
- 1/2 sdt kulit jeruk Sunkist parut
- 50ml air jeruk Sunkist
- 1 sdt serpihan cabe (chili flake)
- 1-2 sdm kecap asin
- 1-1,5 sdm gula pasir
- 1 sdm cuka
- 1 sdm tepung maizena larutkan dengan 1 sdm air
- Daun bawang iris untuk taburan

Cara Membuat:

Tahap 1: ayam
  • Setelah dicuci bersih, potong-potong ayam menjadi bentuk dadu ukuran 3cm. Keringkan ayam dengan ditaruh di atas saringan atau ditepuk-tepuk dengan tisu dapur supaya tidak terlalu basah.
  • Aduk ayam dengan air jeruk nipis dan kecap asin, diamkan 10 menit.
  • Kocok telur, merica dan garam. Masukkan ayam, aduk rata.
  • Panaskan minyak. Aduk tepung maizena, tepung terigu, paprika bubuk dan garam. Balut ayam dengan tepung, goreng sampai kuning keemasan (jangan sampai kecokelatan) dengan api sedang. Sisihkan.
Tahap 2: saus
  • Panaskan minyak dengan api sedang cenderung kecil, tumis bawang putih dan jahe sampai bawang putih kekuningan.
  • Masukkan air, air jeruk, kulit jeruk, serpihan cabe, kecap asin, gula pasir, cuka, aduk rata. Cicipi dulu.
  • Opsi pertama, masukkan ayam dan larutan tepung maizena, aduk rata sampai saus mengental dan semua ayam dibalut saus, sekitar 2-3 menit, angkat, taburi daun bawang.
  • Opsi kedua, masukkan larutan maizena, aduk rata sampai mendidih lagi. Angkat, taburi daun bawang, sajikan untuk cocolan ayam.

  • Sepasang dada ayam fillet? Apaan itu maksudnya? Hahaha... Karena gue gak nimbang ayamnya, jadi gue pake istilah begitu. Jadi maksudnya dada ayam fillet yang masih utuh, yang kalo dilebarin bentuknya kaya jantung hati. Gitu looh. Ngerti, kan? ;)
  • Gue sengaja motong ayam agak besar supaya daging ayam gak kering setelah digoreng. 
  • Jangan lupa, goreng ayam sampai kekuningan. Cek dulu untuk memastikan bagian dalam ayam sudah putih dan matang, langsung angkat.
  • Jangan masukin ayam terlalu banyak ke wajan karena nanti bakal basah dan kurang crispy. 
  • Pastikan minyak yang dipake cukup banyak supaya ayam terendam minyak.
  • Kalau punya fillet paha ayam, itu jauh lebih juicy dan enak dari fillet dada ayam, use that instead.
  • Untuk serpihan cabe, kalau suka pedes silakan dipake, mau langsung dicampur atau ditabur di akhir. Tapi jangan pake BonCabe ya, karena itu udah ada rasanya. Gue pake Chili Flakes merek Jay's Kitchen.
  • Untuk cuka, gue pake Heinz's White Vinegar yang ga seasam cuka meja biasa. Kalo gak punya white vinegar ganti aja dengan air jeruk nipis, jangan pake cuka meja biasa, ya.
  • Kalo suka Orange Chicken yang lebih lembut, langsung campur ayam dengan saus, tapi kalau suka yang ayamnya masih crunchy lebih enak disajikan terpisah, jadi ayam dicocol-cocol dengan saus jeruknya.
  • Buat bekel anak lucu nih, soalnya udah dingin juga masih enak!
-Selamat Masak!-

Monday, April 4, 2016

Serba Pake Cheese Sauce

Nyambung dari resep sebelumnya, Yummy Cheese Sauce, gue mau kasih sedikit keterangan buat beberapa menu yang ada di daftar variasi makanan yang bisa dibuat dengan cheese sauce itu. Banyak banget makanan yang bisa dibikin dengan cheese sauce. Buat penggemar keju seperti gue dan salah satu sobat gue, saus ini selain enak juga gak bikin kantong bolong kalo pas lagi ngidam keju berantai karena gak perlu pake red cheddar yang harganya selangit (200 gram sekitar 80 ribuan kalo gak salah).
Pertama-tama ada beberapa hal yang perlu diingat:

  • Cheese sauce ini memang bisa disimpan di kulkas, tapi jangan lama-lama ya. Inget, bahannya ada keju ada susu, jadi gak tahan lama. Dan, pastikan selalu simpan di wadah kedap udara karena keju dan susu gampang nyerap bau kulkas. Bukan, bukan nuduh kulkas kamu bau, tapi maksudnya biar kalo gak sengaja nyimpen cheese sauce-nya di deket makanan yang baunya tajam, cheese sauce kamu masih bisa selamat. 
  • Tekstur cheese sauce  ini kalo udah dingin semakin mengental. Untuk balikin lagi ke kekentalan seperti baru matang, gampang. Kalo punya microwave bisa dipanasi di microwave sebentar. Atau panasin di panci saus tebal dengan api kecil. Kalo masih kurang cair, tambah susu aja. 
  • Kalo kamu ragu pake keju bubuk, gak pake juga gak apa-apa kok. Banyakin aja keju cheddar parutnya. Fungsi keju bubuk hanya nambah rasa sedikit dan bikin warna sausnya cantik. Jadi kalo keju bubuk dihilangkan, kamu tetap dapet white cheese sauce atau white sauce atau bechamel sauce. 
  • Saus ini menurut kamu terlalu enek? Bisa diatur. Kurangi susu jadi setengah cup lalu sisanya pake air biasa. 

Nah, sekarang mari kita bahas menunya (buat menu yang belum ada foto, will update it later, ya):

1. Potato, Broccoli and Cheese.
Makanan yang (sepertinya) dipopulerkan sama Wendy's ini emang enak. Kentang yang lembut, brokoli yang renyah plus saus keju yang creamy. Eh, gak usah beli mahal-mahal, gak usah nyari jauh-jauh, bikin sendiri juga bisa.
Merah-merah di atasnya itu karena pake Ground Smoked Paprika alias bubuk paprika asap

  • Cuci bersih 2 kentang ukuran besar, sikat kulitnya sampai bersih.
  • Potong jadi 6 bagian.
  • Masukkan ke dalam panci lalu tambahkan air sampai kentang terendam terus tambahkan 1 sdt garam.
  • Masak di atas api sedang cenderung besar sampai kentang empuk, tiriskan.
  • Kalau sausnya belum dibikin, sekarang waktunya bikin saus, sambil nunggu kentang matang.
  • Potong-potong 1 brokoli ukuran sedang sesuai kuntum atau sesuai selera, cuci bersih.
  • Didihkan air, tambahkan 1/2 sdt garam, masukkan brokoli dan rebus sekitar 1 menit atau sampai matang tapi masih renyah.
  • Tiriskan terus langsung rendem di air es supaya warnanya tetap hijau cantik dan proses masaknya berhenti jadi tetap renyah.
  • Di pinggan tahan panas, tata kentang dan brokoli, siram saus sesuai selera. Begini aja bisa langsung dimakan atau panggang dulu sekitar 5 menit.
2. Macaroni and Cheese
Makanan ini biasanya kesukaan anak-anak. Keponakan gue yang baru mau 7 taun juga doyan banget pas gue bikin ini. Cara buatnya gak susah, apalagi kalo udah ada stok cheese sauce yang bikin beberapa hari sebelumnya. Psst, gue pernah beli Mac and Cheese instan, kemasannya kotak, mereknya Kraft, dan menurut gue rasanya mirip sama yang gue bikin sendiri, if not better.


  • Kalo gak punya sisa atau stok cheese sauce, masak dulu sesuai resep di postingan gue kemarin.
  • Rebus macaroni sesuai petunjuk, atau sampai matang tapi tidak lembek, angkat, tiriskan lalu langsung masukkan ke dalam panci isi saus, aduk rata. Masak dengan api kecil 1-2 menit sambil menyesuaikan rasanya, angkat dan makan hangat-hangat.
  • Kalo masih punya sisa atau stok cheese sauce, setelah rebus macaroni, panaskan cheese sauce di dalam panci saus tebal. Kalau terlalu kental boleh tambah susu sampai kekentalannya sesuai selera. Masukkan macaroni, aduk sebentar. Setelah rasanya pas, angkat dan makan hangat-hangat.

3. Cheesy Baked Chicken and Veggies
Biasanya anak-anak gak suka makan sayur kalo dimasak ala-ala orang gede, misalnya dibikin sop atau ditumis. Bisa nih, kita bikinin makanan yang dia suka (sebagian besar anak doyan keju) lalu selipin sayuran tapi bentuknya masih keliatan, gak diparut. Ini trik supaya anak tahu makan sayur gak selalu gak enak. (Walau memang triknya gak selalu berhasil di usaha pertama, hohoho).

  • Bahan dagingnya bisa pake dada ayam fillet yang direbus sampai matang, lalu disuwir-suwir. Untuk sayur bisa wortel, brokoli, bunga kol, snow peas, kacang polong, jagung pipil, jamur dan sebagainya.Untuk karbohidrat bisa kentang rebus atau roti perancis yang dipotong kotak-kotak (roti yang keras bikin roti masih punya tekstur setelah dipanggang). Bisa selipin sosis atau daging asap, cuma gue gak terlalu nyaranin karena cheese saucenya udah asin jadi kemungkinan tambah asin kalo ditambah daging olahan.
  • Caranya tata semua di pinggan tahan panas yang sudah dioles mentega, siram saus keju, panggang di suhu 180 derajat Celcius sekitar 15 menit.

4. Cheesy Burger
Burger memang populer jadi masakan cepat saji, tapi bukan berarti gak bisa bikin di rumah. Dikasih saus keju sudah pasti burger homemadenya tambah istimewa. Gue belom sempet fotoin buat blog, but will do soon. Sementara itu, ini tbahan-bahannya dulu ya, takarannya menyusul.

  • Daging cincang, tepung roti/panko (kalo gak ada bisa pake roti disobek-sobek lalu rendem susu sebentar), bawang bombay tumis, kecap asin, telur, merica, garam (kalau perlu). 
  • Aduk semua bahan, lebih bagus langsung pake tangan supaya menyatu. Bentuk bulat-bulat.
  • Panggang di wajan teflon dengan sedikit minyak. Jangan dibolak-balik. Untuk burger yang tipis satu sisi kira-kira 5 menit ajah. Setelah sisi bawahnya kecokelatan, balik dan masak sisi satu lagi.
  • Susun daging burger dan sayuran di roti burger bulat, kasih saus keju di atasnya. Siap!
5. Cheesy Chicken Fingers
Richeese Factory disukai anak-anak. Kenapa? Karena mereka bisa makan dua makanan kesukaan, ayam goreng tepung plus keju. Gak mahal memang, tapi kalo sering-sering mah gak asik juga ya. No worries, guys, bisa kok bikin sendiri yang gak kalah enak di rumah.


  • Dada ayam fillet belah dua melebar lalu dipotong panjang-panjang, jangan terlalu tebal dan jangan terlalu tipis, sekitar 3cm. 
  • Rendam daging dada ayam dengan 1-2 sdm kecap asin dan sedikit merica (kalau anaknya bisa makan merica, kalo gak skip aja).
  • Siapkan bahan panir, tepung bumbu instan (atau bikin sendiri dari tepung terigu, tepung beras, bawang putih bubuk, bawang bombay bubuk, garam, merica, paprika bubuk (gak pedes)), dan tepung panko. 
  • Balut potongan ayam dengan tepung bumbu, celup ke dalam telur lalu gulingkan ke tepung panko. Goreng sampai kecokelatan dengan api sedang. (api jangan terlalu besar jangan juga terlalu kecil dan jangan goreng lama-lama karena ayam bisa keras dan gak juicy lagi).
  • Ayam siap dimakan dengan cocolan cheese sauce. 


Nah, segitu dulu. Tapi pelan-pelan, satu demi satu, bakal gue tambahin lagi variasinya. Lumayan kan, dari satu saus bisa jadi macem-macem makanan? Buat yang boros karena sering pergi ke restoran cepat saji, bisa mulai kurangin dengan masak sendiri di rumah. Masak gak sulit, gak ribet, hanya perlu hati senang waktu lagi masak dan sering eksperimen.

- Selamat Masak! -

Wednesday, March 30, 2016

Yummy Homemade Cheese Sauce

Keju. Gue paling gak nahan sama keju. Kalo yang pernah makan di Richeese Factory pasti pernah liat di temboknya ada 'Everything's Better With Cheese,' dan gue hampir setuju. Apalagi keju leleh, keju creamy dan saus keju. Lemah deh, hahaha....
So, pada suatu hari gue lagi ngidam banget keju. Bikin apa yang enak pake keju, ya? Lalu kepikiran sama shoestring fries yang gue beli beberapa hari sebelumnya. Pakein saus keju enak nih. Lalu, seperti biasa, berangkat ke dapur, ngubek-ngubek dan langsung bikin.
Mahal? Gak, this sauce is budget friendly, tapi memang keliatan lumayan kaya saus keju yang di restoran.
Mau tau cara bikinnya? Mari.....

Bahan: 
1 sdm mentega atau margarin
1 sdm tepung terigu
1 cup (240ml) susu cair dingin
1/4 batang keju cheddar parut (1/4 dari 1 batang keju Kraft)
1 sdt gula
1 1/2 sdm keju bubuk (yang buat taburan kentang)
merica sesuai selera
Kentang goreng

Alat:
Panci saus yang agak tebel, misalnya teflon. (karena kalo panci tipis nanti gampang gosong)
Wire whisk (adukan kawat)

Cara Membuat:

  • Panaskan mentega atau margarin dengan api keciiil, yang paling kecil, sampai leleh.
  • Masukkan terigu, aduk rata. Masak sambil diaduk (pake sendok kayu dulu) sesekali selama 5 menit.
  • Siap-siap ganti sendok kayu dengan whisk, masukkan susu sambil diaduk supaya tidak menggumpal.
  • Masukkan keju parut dan semua bumbu, aduk rata pake whisk. 
  • Masak sampe mengental dan meletup-letup. Jangan ditinggalin yah. Aduk sesekali untuk mastiin supaya gak gosong.
  • Angkat, tuang hangat-hangat ke atas kentang goreng panas atau dijadiin cocolan.


Yang ijo-ijo itu parsley kering, supaya cantik aja


  • Saus keju ini selain gampang juga serbaguna, bisa dipake buat banyak masakan, misalnya:
  1.  Broccoli and Cheese
  2. Macaroni and Cheese
  3. Cheesy Pasta
  4. Baked Pasta
  5. Saus keju untuk bikin Lasagna
  6. Creamy Baked Chicken
  7. Saus untuk Ayam Goreng Tepung (ala Richeese Factory)
  8. Saus cocolan untuk Churros
  9. Saus cocolan untuk Keripik Jagung (selain salsa)
  • Nanti, ya, gue usahain post resep untuk salah satu ide di atas.
  • Di sini gue gak pake garam karena si keju bubuknya udah asin. Tapi, kalo suka, tambah garam atau gula sesuai selera. 
  • Saus ini bisa disimpen sampai 3 hari di kulkas, asal masukin ke dalam wadah kedap udara.

- Selamat Masak! - 

Tuesday, March 15, 2016

Roti Isi Telur (Gyeran Ppang / 계란빵)

Sarapan. Buat yang ngantor, kadang ribet kudu bikin sarapan dulu pagi-pagi buta. Padahal sarapan itu waktu makan paling penting. Gak sarapan, konsentrasi kurang, ngantuk, laper, pusing, ada aja deh pokoknya masalahnya.
Sarapan gak harus selalu dibikin ribet. Banyak menu sarapan yang gampang bikinnya, tapi mengenyangkan dan mengandung karbohidrat sama protein yang cukup buat tubuh kita sampai waktu makan siang. Salah satu menu sarapan yang gue suka adalah Roti Isi Telur alias Gyeran Ppang. Bukan, ini bukan roti tawar pake telur. Gak, kita gak harus bikin adonan roti beneran. Pagi-pagi banget, sebelum mandi dan dandan, bikin dulu, masukin oven lalu bisa ditinggal mandi dan siap-siap. Setelah kita rapi, tinggal keluarin rotinya dari oven dan makan anget-anget. Delicious!
Gue udah nyobain tiga resep berbeda untuk roti isi telur ini, yang pertama dari Aeri's Kitchen, yang ke dua dari channelnya Seonkyoung Longest, Asian at Home dan yang terakhir dari, my all time favorite, Maangchi. Setelah beberapa kali eksperimen, gue paling puas dengan resep yang ini, resep hasil campur-campur dari ketiga orang di atas. Jadi, bagian 'rotinya' mirip muffin tapi lebih lembut dan kejunya nambah gurih rasanya,
Hayuk, hayuk, kita mulai eksperimen aja.

Bahan:
1/2 cup susu cair
1 sdm air jeruk nipis
4 butir telur (1 untuk adonan, 3 untuk isi)
1sdm mentega/margarin, cairkan
1 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda
1/2 sdm gula
1/2 sdt garam
1/2 cup tepung terigu
esens vanili atau vanili bubuk, tapi gak harus, optional aja
Keju dipotong dadu kecil

Peralatan:
3 ramekin atau mangkuk tahan panas ukuran sedang (punya gue diameternya 8,5cm), oles margarin

Cara Membuat:
  • Panaskan oven suhu 200 derajat Celcius.
  • Untuk adonan, campur susu cair dengan air jeruk nipis, aduk rata. Diamkan selama 6-10 menit.
  • Masukkan telur, mentega/margarin cair, aduk rata.
  • Tambahkan semua bahan kering, aduk rata.
  • Tuang adonan ke ramekin, bagi rata.
  • Taruh 4-6 dadu keju di pinggir-pinggir ramekin.
  • Tuang satu butir telur di bagian tengah adonan.
  • Panggang dalam oven sekitar 15-20 menit, atau sampai pinggiran sedikit kecokelatan dan gak nempel di pinggiran ramekin dan telur matangnya sesuai selera.
  • Hap! Makan anget-anget pake cocolan saus tomat.







  • Susu yang dicampur sama jeruk nipis bisa jadi alternatif untuk resep-resep yang perlu "buttermilk." Untuk penjelasan lebih lengkap, coba check di channel YouTube Everyday Food. 
  • Gyeran Ppang ini sebenarnya rasanya perpaduan adonan yang manis dan telur yang gurih. Tapi gue gak terlalu suka, jadi gue kurangin gulanya jauuuh dari resep asli yang antara 2-3 sdm.
  • Untuk waktu pemanggangan tergantung dari selera tentang seberapa matang telur dan seberapa kering adonan, karena ada yang suka telurnya masih meleleh, tapi ada yang suka mateng banget, dan ada yang suka adonan masih agak basah, tapi ada yang suka adonan mateng sempurna kaya cake. Silakan diatur sendiri aja.
  • Menurut Maangchi, kita bisa bikin adonannya malam sebelum tidur lalu masukin kulkas, jadi besok paginya tinggal dituang, tambah telur, panggang. 
  • Selain isi telur, gue juga pernah bikin roti isi ayam dan wortel semur (dari semur sisa makan malam kemaren) pake adonan ini. Gue pake ramekin yang hampir setengah ukuran ramekin yang ini. Tuang adonan sampai 3/4 penuh, masukin ayam dan wortel semur yang udah dicincang, tuang lagi 1sdm adonan di atasnya. Panggang dengan suhu 200 derajat Celcius sekitar 15 menit. 
  • Be creative, kasih isian macem-macem. Ayam balado, rendang, daging tumis brokoli dan makanan sisa makan malam lainnya. 
  • Buat yang pengen liat resep aslinya, here are the links:
  1. Aeri's Kitchen
  2. Asian at Home by Seonkyoung Longest
  3. Maangchi


- Selamat Masak! -

Thursday, November 5, 2015

Kue Putu Ayu: My Childhood Memory

Apa sih jajanan masa kecil yang paling disenengin? Gue sih banyaak, itu udah jelas hahaha. Tapi ada satu yang kemarin tiba-tiba kepikiran, pas Mami lagi buka-buka resep. Namanya Putu Ayu. Dulu, gue suka banget sama kue ini. Kenapa? Karena kue ini rasanya gak terlalu manis (I don't like overly sweet treats.) dan lembut plus empuk banget. Sedap dimakan anget-anget, tapi dingin juga masih enak. Sekarang-sekarang sih gue udah jarang beli. Gak tau kenapa sekarang kok susah ya nyari kue Putu Ayu yang enak. Ada aja kurangnya.

Minggu depan rumah kebagian ngadain arisan RT. Dari kemaren Mami udah sibuk nyari-nyari resep buat suguhan. Nah, pilihan Mami tiba-tiba jatuh ke Putu Ayu. Dulu banget Mami memang pernah bikin. Tapi dulu banget. Dan gue belum pernah ikutan bikin. So, waktu Mami eksperimen (lately she's in the mood for all kinds of cooking experiment) gue nimbrung, ikutan.

Kue ini gampang banget!!!! Serius. Kebanyakan dari kita mikir kalo kue tradisional itu ribet dan makan waktu dan bla bla bla. Tapi ini gampang, sodara-sodara. Gak sampe setengah jam, kue Putu Ayu sudah tersedia di atas meja.

Nah, buat yang pengen nyuguhin sesuatu yang gampang dan cepet buat acara apapun di rumah, atau yang pengen variasi cemilan buat anak-anak di rumah, atau cuma lagi iseng, do try this. Jangan ragu-ragu, karena menurut Mami resep ini anti gagal.

Bahan:
200gr gula pasir
2 butir telur
1 sdt SP atau TBM (Cek my note di bawah tentang bahan ini.)
1 sdt vanili bubuk
150gr tepung terigu
200ml santan kental (gue pake Kara)
1/2sdt pasta pandan, atau sesuai selera
100 gr kelapa parut diaduk dengan 1sdt tepung sagu

Cara Membuat:
  • Dengan mixer, kocok gula, telur, vanili dan SP/TBM sampai mengembang. Tandanya mengembang adalah adonan sudah pucat dan lebih ringan.
  • Masukkan terigu dan santan bergantian, jadi setengah-setengah gitu deh.
  • Aduk dengan whisk atau sendok kayu sampai rata. Jangan terlalu lama ya, sampai rata aja.
  • Tambahkan pasta pandan sesuai warna yang disukai, aduk rata. 
  • Panaskan kukusan.
  • Oles cetakan putu ayu dengan minyak. 
  • Taruh 1-2 sdt kelapa parut di dasar cetakan, tergantung besar cetakan dan seberapa seneng kelapa.
  • Tuang adonan kue sampai cetakan hampir penuh.
  • Setelah air kukusan mendidih, kukus kue selama 15 menit.
  • Resep ini untuk 30 kue.
Perlengkapan:
  • Cetakan putu ayu, banyak banget di swalayan. Buat yang tinggal di Bandung, di Borma sama Griya banyak kok.
  • Mixer.
  • Kukusan.




  • SP atau TBM adalah bahan pengembang kue. Di swalayan, SP atau TBM yang banyak dijual biasanya brand Koepoe. Tapi di toko kue juga pasti banyak.
  • Gue belom tahu gimana kalo kita ganti SP atau TBM ini dengan baking powder. I'll update this with you later.
  • Untuk mengukus kue, biasakan untuk ngebungkus tutup kukusan dengan serbet. Fungsinya adalah biar air uap kukusan yang nempel di tutupnya gak netes dan ngebasahin kue terus bikin kue jadi bantet.
  • Karena kue ini pake santan dan kelapa, pastiin untuk simpen di kulkas kalo mau dibesokin ya. 
  • Tepung sagu untuk kelapanya bisa gak usah dipake gak? Nope, usahain untuk pake ya. Karena si tepung sagu ini berfungsi untuk ngiket kelapa parutnya supaya gak brudul alias berantakan. 
  • Kalo gak mau pake pasta pandan buat pewarna, it's oke, biarpun aslinya Putu Ayu memang warna hijau. Mau repot sedikit dan meres daun suji juga boleh. Mau bekreasi pake pasta atau warna lain? Why not!
- Selamat Masak! -

Thursday, October 29, 2015

Dirt Chocolate with Worms alias Tanah Cokelat plus Cacing (Mirip Dessert Cacing-Cacingan Yang Lagi Trend!)

Akhir-akhir ini banyak yang jual dessert cacing. Iya, cacing. Wadahnya pake semacam pot, diisi semacam tanah (ada yang pake custard, puding, cokelat granule, dan sebagainya), ditambah gummy worm atau  jelly yang dibikin panjang-panjang biar mirip cacing.
Pada suatu hari, gue liat Ochikeron bikin resep ini. Lalu pengen nyoba. Iseng-iseng nanya ke keponakan gue, Natan: "Mas, mau dibikinin ini gak?" Awalnya gak mau. Gak tau kenapa, besoknya justru Natan jadi semangat dan terus-terusan nagih minta dibikinin.
Akhirnya, di sela-sela sibuk kerja sama sibuk jadi asisten nanny buat jagain adeknya Natan yang masih baby, gue bikin juga. As usual, ada sedikit penyesuaian, gak plek sesuai sama resep asli. Tapi jadinya enak kok. Chocolate lovers would love this, I think.

* Resep ini cuma buat satu gelas kecil dessert (gelas mini buat puding yang suka dipake katering-katering itu looh).

Bahan Custard:
1 sdm gula palem (biar gak terlalu manis, tapi takaran gula sesuaikan selera aja)
1 sdm cokelat bubuk
1 sdm tepung terigu
1/4 sdt kopi bubuk
sejumpuuut garam
100ml susu cair (full cream lebih enak)

Bahan Pelengkap:
6 biskuit Oreo, hancurkan.
Yuppi gummy worm, atau permen jelly apapun yang disuka

Cara Membuat:

  • Di dalam panci saus, ayak cokelat bubuk, tepung terigu, kopi bubuk. Tambahkan gula palem sama garam, aduk rata.
  • Masukkan susu cair, aduk rata.
  • Masak dengan api kecil sambil terus diaduk sampai campuran kental, angkat, pindahkan ke dalam mangkuk, tutup dengan plastik tapi pastiin plastiknya nempel di permukaan custard, dinginkan di dalam kulkas.
  • Setelah custard dingin, waktunya menyusun dirt cup.
  • Sendokin 2 sdt custard ke dalam gelas puding, masukkan 1-2 sdt bubuk oreo, tambah custard lagi, pokoknya selang-seling sesukanya tapi pastiin oreo ada di bagian paling atas. 
  • Sisipin gummy worm atau permen jelly apa aja.
  • Masukin kulkas lagi kira-kira 15-20 menit. 
  • Siap dimakaaaan.


Waktu motret ini di luar udah gelap, hampir Maghrib. So please excuse the overly bright flash.


  • Untuk hasil Oreo yang lebih mirip tanah, buang krimnya dan tumbuk sampai halus atau pake food processor. Gue gak punya banyak waktu, so this will have to do. 
  • Kopi boleh dipake atau gak. Gue pernah denger kalo nambahin kopi ke cokelat bikin rasa cokelat lebih cokelat, but it's really up to you. 
  • Di resep asli, Ochikeron pake telur untuk adonan custardnya. Memang hasil akhir lebih creamy, tapi gue lebih suka custard yang gak pake telur. 
  • For the original recipe, check out Ochikeron's Dirt Chocolate with Worms video here. She got lots of cute Halloween recipe, too. Not that I celebrate Halloween, tapi buat lucu-lucuan, buat bikin anak-anak betah makan masakan rumah, boleh dong kreatif sedikit. ;)
-Selamat Masak!-

Sunday, August 2, 2015

Muffin Sosis Keju buat Sarapan


This is my Sunday breakfast

Sebetulnya udah lama gue pengen bikin breakfast muffin, muffin asin yang mengenyangkan buat sarapan. Tapi, waktu pertama kali bikin hasilnya gagal total karena ternyata resep yang gue cobain takaran gulanya kebanyakan. Masa muffin isi kornet adonannya lebih cenderung ke manis? Waktu itu gue memang baru mulai banget eksperimen sendirian, tanpa bantuan Mami, di dunia baking-baking-an, jadi ya gue sih harap maklum aja sama kegagalannya.
Sekarang, setelah lumayan lama dan lumayan sering eksperimen ini itu, kepikiran lagi buat nyobain si muffin buat sarapan ini. Setelah surfing di Pinterest, pilihan gue akhirnya jatuh ke resep dari Clockwork Lemon, Ham and Swiss Muffin. Resep ini udah sempet gue otak-atik sedikit supaya sesuai dengan selera di rumah.
Muffin ini bikinnya gampang banget, gak ribet dan gak perlu waktu lama. Rasanya keju banget nget nget, karena takaran kejunya buanyak. Terus ada sedikiiiit aja, just a hint, aroma dari Thyme kering. Gue pake sosis sapi biasa, tapi untuk hasil yang maksimal silakan cobain pake sosis asap. Untuk tekstur, resep yang gue otak-atik ini tekturnya lebih mirip perpaduan antara muffin (dalemnya) dengan macaroni schotel panggang (kulit di bagian luarnya), jadi gak 100%  muffin banget.

Nah, ladies, mari kita bereksperimen!

Bahan Kering:
2 cup tepung terigu
1/2 sdm gula pasir
1,5 sdt baking powder
1/2 sdt baking soda
1/4 sdt garam
1/4 sdt Thyme kering

Bahan Cair:
2 sdm margarin cake and cookies, dicairkan
1 1/4 cup susu cair dingin
1 telur

Bahan Isi:
4 buah sosis sapi, potong kotak
1 1/2 cup keju cheddar yang diparut besar-besar (sisain sedikit buat taburan)
2 sdm keju edam parut

Peralatan:
Ramekin atau mangkuk tahan panas diameter 5cm, oles margarin
atau
Loyang muffin, oles margarin

Cara Membuat:

  • Panaskan oven suhu 180 derajat Celcius.
  • Aduk semua bahan kering, sisihkan.
  • Kocok semua bahan cair, boleh dengan garpu atau whisk kecil.
  • Masukkan bahan cair ke dalam bahan kering, aduk (bukan dikocok) sampai tercampur rata aja, jangan terlalu lama.
  • Tambahkan bahan isi, aduk sampai tercampur rata aja.
  • Tuang ke dalam ramekin atau loyang muffin. Kalo mau muffinnya ada kubahnya sedikit, isi sampai 3/4 penuh. Kalo mau muffinnya nice and flat, isi setengah tinggi cetakan. 
  • Taburi keju terus panggang di dalam oven selama 15 - 20 menit, atau sampai waktu ditusuk dengan tusuk gigi, tusuk giginya bersih, gak ada adonan yang lengket.
  • Sajikan dengan saus tomat.


Teksturnya begini nih....


  • Pas ngaduk bahan cair menteganya jadi berbutir-butir? Jangan takut. That's normal.
  • Kalo mau teksturnya muffin banget, pastiin telur sama susunya udah suhu ruang, ya.
  • Gue bikin juga muffin jumbo pake ramekin ukuran 10 cm. Iseng aja. Jadi dari satu resep ini, kalo pake loyang muffin besar atau ramekin seperti yang gue pake, hasil akhirnya jadi sekitar 10 muffin. Tapi jumlahnya tergantung besar loyang sih.

Kiri: muffin biasa. Kanan: muffin jumbo

  • Untuk takaran keju sama sosisnya bebas aja sih sebenernya. Tapi untuk keju, sesuai kata di blognya, makin banyak makin enaaak.
  • Gak harus pake keju edam, no. Gue cuma ngabisin keju sisa bikin kaastengels lebaran kemarin kok. Keju cheddar biasa aja, atau keju cheddar campur keju mozarella juga oke.
  • Pastiin kejunya gak diparut pake parutan keju kecil itu ya, keju harus besar-besar supaya lebih berasa.
  • Thyme boleh dihilangkan? Hm...boleh sih. Tapi gue saranin jangan. Aroma thyme ini ngasih sesuatu yang beda sama muffin ini. Gak susah dicari kok, sekarang di supermarket udah banyak thyme bubuk yang dijual di botol-botol atau plastik.
  • Selain sosis, daging asap, jagung manis pipil juga enak buat isiannya.
  • Psst... ini ide bagus juga buat bekel anak ke sekolah loh.

- Selamat Masak! -